KRPL Magelang

Beberapa dokumentasi kegiatan KRPL di magelang bisa di download di bawah ini:

1. Photo 1

2. Photo 2

3. Photo 3

4. Photo 4

5. Photo 5

6. Photo 6

7. Photo 7

8. Photo 8

9. Photo 9

10 Photo 10

11. Photo 11

Leave a comment »

PASAR LAGI SEPI, Bisnis Domba Menjadi Tumpuan Harapan

Sekarang ini, bergelut dengan  bisnis ternak domba sudah menjadi keseharian Mas Muh. Dahulunya pria yang bernama lengkap Muhadi Sarjono ini adalah seorang pedagang barang pecah belah dan perabot rumah tangga. Beternak domba pada awalnya hanya sebagai pekerjaan sampingan dan sekedar cara berinvestasi bagi Mas Muh. Namu, setelah bisnis barang pecah belahnya tidak selancar tahun 90-an, akhirnya Mas Muh banting setir untuk berbisnis ternak domba.

Setelah sekian lama bertahan pada bisnis lamanya, pada tahun 2009 yang lalu Mas Muh mulai menekuni bisnis ternak domba. Dia berharap dengan menjalani bisnis ini dia dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Pada awalnya, bapak tiga orang anak ini membeli 2 ekor domba  dari uang anak bungsunya. Dalam jangka waktu satu tahun, domba yang dimilikinya berkembang menjadi 5 ekor. Hal tersebut dicapai dari hasil anakan serta keuntungan jual beli dombanya. Meskipun demikian, Mas Muh belum merasa puas dengan hasil yang diperolehnya. Oleh karena itu, dia mencoba untuk melakukan usaha penggemukan domba. Bibit domba jantan seharga 700 ribu, setelah diperlihara selama 2-3 bulan bisa dijual seharga 1 – 1,1 juta rupiah. Memang, keuntungan  300 ribu yang diperoleh selama 2-3 bulan bisa dikatakan kurang sesuai dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Namun apabila volume usaha diperbesar, maka usaha tersebut akan menguntungkan pelakunya.

Model beternak dan berjual-beli domba (Jawa:blantik) ini dirasa lebih menguntungkan disbanding hanya beternak saja. Pasalnya, dengan jual-beli modal yang digunakan mengalami perputaran yang lebih cepat.

Sampai tahun 2011, Mas Muh memiliki 12 ekor domba untuk penggemukkan. Dari jumlah tersebut, setiap bulan Mas Muh bisa menjual domba 1-2 ekor. Menurutnya, agar bisnis ternak domba ini dapat menghasilkan keuntungan setiap bulannya, Mas Muh harus memilihara minimal 15 ekor domba. Sehingga secara bertahap dia bisa menjual 5 ekor setiap bulan dengan keuntungan antara 1- 1,5 juta per bulan.

“Sebenarnya saya  masih memerlukan modal tambahan untuk mengembangkan usaha saya ini. Tapi saya tidak tau mau mencari kemana. Mau tidak mau saya harus sabar agar keuntungan dari usaha ini dapat saya sisihkan untuk mengembangkan usaha”, kata Mas Muh sambil member makan domba-dombanya. Mas Muh memang belum tau tentang cara mengakses modal melalui Bank seperti program KPPE. Menurutnya, akses modal melalui Bank cukup rumit persyaratannya. Mas Muh hanya berharap ada pihak-pihak yang mau bekerja sama untuk membimbing agar usahanya bisa berkembang lebih maju.

Mas Muh sedang memberi makan kambingnya

“Kalau ada yang membutuhkan domba untuk qurban, aqiqah maupun untuk warung bisa hubungi saya di Telp. (0274) 7015081, sapa tau nanti ada yang mau beli domba saya”, tambah Mas Muh saat diwawancarai. (Te’o)

Leave a comment »

MEMBUAT PERANGKAP UNTUK HAMA WERENG, WALANG SANGIT DAN KEPIK HITAM

Wereng, walang sangit dan kepik hitam merupakan hama yang cukup berbahaya bagi tanaman padi. Akhir-akhir ini, di beberapa daerah terjadi serangan hama wereng yang menyebabkan  penurunan produksi bahkan gagal panen. Hal ini cukup meresahkan para petani, karena hama ini sudah cukup lama tidak membuat ulah sejak ditemukannya varietas padi yang tahan wereng. Sehingga petani kelabakan untuk mengendalikannya.

Lain halnya dengan hama walang sangit, hama ini sudah sering ditemui oleh petani saat ujung umur tanaman padi. Dikarenakan hama ini sering menyerang, maka petani sudah hafal dan tidak kaget lagi dengan kekacauan yang dibuatnya.  Berbagai penggunaan pestisida  baik yang kimia maupun nabati, sudah diaplikasikan oleh petani untuk mengendalikan hama yang baunya tidak sedap tersebut.

Selain hama-hama tersebut, ternyata kepik hitam juga menjadi hama tanaman padi. Pada awalnya kepik hitam tidak dilaporkan menjadi hama yang berbahaya pagi tanaman padi. Namun pada tahun 2010, hama ini dilaporkan menyerang tanaman padi dan dinyatakan hama yang cukup berbahaya bagi tanaman padi.

Pada lahan yang beririgasi teknis atau lahan yang terendam air, biasanya hama keong mas cukup banyak ditemui. Hama ini cukup menjengkelkan bagi petani, karena pada saat tanaman masih muda bahkan belum sempat tumbuh di lahan sudah dimakan oleh keong mas. Hama yang satu ini mempunyai kelebihan dapat berkembangbiak dengan cepat. Meskipun jalannya lambat, tapi ulahnya untuk memakan padi cukup singkat. Tidak mengherankan apabila hama ini cukup mengancam tanaman padi.

Meskipun banyak ancaman dari hama, kita tidak boleh pesimis dan terlalu khawatir. Tuhan menciptakan alam ini dengan keseimbangannya. Ada yang memakan ada yang dimakan, ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Semuanya berpasang-pasangan dan seimbang. Manusia hanya tinggal memanfaatkan seisi alam ini.

Hama wereng, walang sangit maupun kepik hitam sangat menyukai bau-bauan tidak sedap. Sehingga kita bisa memanfaatkan keong mas untuk dijadikan umpan agar ketiga hama (wereng walang sangit dan kepik) bisa ditangkap dan dikendalikan. Hal ini seperti yang dilakukan salah satu Gapoktan yang memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitanya saat mengikuti SL PHT.

Berdasarkan tulisan dari Majalah Sinar Tani  Edisi 9-15 Februari 2011 menyebutkan bahwa Gapoktan Salama Desa Awolagading, Kec. Awangpone Kab. Bone telah berhasil menemukan teknologi sederhana untuk pengendalian hama walang sangit, wereng dan kepik hitam. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat perangkap hama tersebut cukup mudah didapat seperti botol bekas air miral, kawat, bambu serta umpan yaitu daging keong mas. Menurut H.M. Arafah, SP cara pembuatan alat perangkap tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan bahan-bahan seperti: daging keong mas botol bekas air mineral ukuran 0,8 atau 1 liter, kawat serta bambu, air deterjen.
  2. Buat lubang memanjang dengan ukuran 5-10 cm dengan lebar 3-5 cm pada dua sisi yang berlawanan bagian leher botol.
  3. Dalam  membuat lubang, dipotong dari bawah ke atas setinggi 7-10 cm dari dasar botol dan jangan sampai putus dibagian atasnya.
  4. Bekas sayatan dilengkungkan keluar mengarah ke atas agar tidak terkena air hujan
  5. Pada tutup botol diberi lubang untuk memasukkan kawat sebagai tempat menggantungkan daging keong mas (umpan).
  6. Daging keong mas distusukkan ke kawat seperti menusuk sate sebanyak 3-5 buah keong mas.
  7. Agar hama yang terperangkap cepat mati, maka di dasar botol diberi air sabun setinggi 5-7 cm.
  8. Gantungkan botol perangkap hama tadi pada bamboo yangtelah di pasang di lahan.

Perangkap hama tersebutdi pasang ketika tanaman padi mulai bunting sebanyak minimal 30 botol/ha dengan cara diikat pada tiang bambu dengan jarak 3-5 m. Semakin  banyak botol yang dipasang, semakin banyak kemungkinan hama terperangkap. Apabila umpan keong mas susah diperoleh, bias diganti dengan kepiting sawah. (teo)

Sumber : Majalah Sinar Tani  Edsisi 9-15 Februari 2011

Leave a comment »

KIARA NARALITA

Baliho Kiara

Foto lengkap kiara bisa di download dengan mengklik photo kirim email

foto A3 kiara bisa di download disini

Kaiara cetak foto klik di nomor  satu, dua, tiga, empat, lima

Foto-foto yoga (adik kiara) dapat dilihat pada link sebagai berikut:

Foto0698Yoga 1, Yoga 2, Yoga 3, Yoga 4, Yoga 5, Yoga 6, yoga 7

Foto terbaru kiara klik disini: kiara1, kiara 2

 

Leave a comment »

KANG TOPO, Jatuh Cinta Pada SRI (System of Rice Intensification)

Tahun 2009, merupakan tahun yang istimewa bagi Topo Budi Santoso atau yang lebih akrab dipanggil Kang Topo. Pasalnya, petani yang berdomisili di Dsn Kruduk, Ds Karangtalun, Kec Imogiri, Bantul itu berjumpa dengan “SRI” yang diperkenalkan oleh penyuluh setempat. Melalui sebuah kegiatan demplot yang dilakukan penyuluh, Kang Topo belajar menanam padi dengan sistem of rice intensification. Berawal dari perjumpaan inilah Kang Topo “jatuh cinta” pada SRI

“Sebenarnya saya sudah lama diberi tahu keponakan saya yang sekarang jadi penyuluh bantu di Sambas Kalbar tentang SRI, tapi saya nggak terlalu percaya, tanam padi kok satu bibit per lubang. Apa nggak mati?. Soalnya saya belum pernah mencoba. Setelah saya mengikuti kegiatan dari penyuluh, saya baru percaya. Sebenarnya saya agak menyesal kenapa ndak dari dulu saya menerapkan SRI”., tutur Kang Topo saat diwawancarai.

Meskipun SRI yang diterapkan Kang topo sudah dimodifikasi sesuai keadaan lahan dan kemampuan Kang Topo, tetapi padi yang ia tanam bisa mencapai produktifitas 8,8 ton/ha saat dilakukan “pengubinan”. Hasil tersebut hampir dua kali lipat dari produktifitas sebelumnya yaitu sekitar 4-5 ton/ha. “Dulu padi saya hanya laku 400 ribu, tapi setelah menerapkan SRI padi saya ditawar 800 ribu”, ujar kang Topo menebar benih padi ke dalam “besek”.

Kang Topo sedang menebar benih padi

Teknologi budidaya tanaman padi SRI yang diterapkan   Kang Topo secara ringkas adalah sebagai berikut:

  1. Pesemaian dilakukan dalam kotak bambu dengan media semai tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Benih diberikan perlakuan perendaman selama 12-24 jam dengan air larutan akar alang-alang dan tauge. Pemeraman dilakukan selama 24-48 jam sampai benih mulai berkecambah.
  2. Pengolahan lahan sempurna dengan bajak dan garu.
  3. Pemberian pupuk dasar dengan kotoran kambing 1,5-2  ton/ha disebarkan setelah selesai dibajak.
  4. Penanaman dengan jarak tanam 30 x 20 cm atau 30 x 30 cm, dengan satu bibit/lubang. Umur bibit 9 hari setelah semai. Air lahan macak-macak.
  5. Setelah 3 hari setelah tanam (hst) sudah bisa diairi. Pengairan selang-seling sampai umur 2 minggu setelah tanam (mst) dan pada umur 40-60 hst.
  6. Penyiangan dilakukan pada umur 4 mst.
  7. Pemupukan susulan I umur 3 mst urea 80 kg/ha, pupuk susulan II umur 35 hst dengan NPK 100 kg/ha.
Proses pesemaian padi oleh Kang Topo

Proses pesemaian padi menggunakan "besek"

Menurutnya penggunaan benih lebih irit karena untuk luasan 500 m2 yang biasanya menghabiskan 5-6 kg benih, sekarang hanya membutuhkan 0,75 kg sampai 1 kg benih. Anakan padi yang dihasilkan lebih banyak yaitu bisa mencapai 40-43 anakan dibandingkan sebelum menerapkan SRI yag hanya 25-30 anakan.

Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menyemai padi lebih efisien. Kang Topo hanya perlu menyiapkan “besek” (kotak dari anyaman bambu) bekas dan media semai (tanah, pasir,  pupuk kandang 1:1:1) untuk menyemai padi. Bibit padi lebih terkontrol dan terjaga keamanannya dari serangan hama karena pesemaian dilakukan di halaman rumah. Pada umur 9 hari padi sudah siap tanam di lahan. (te’o,  2010)

Leave a comment »

BEAUVERIA BASSIANA PENGENDAALI WALANG SANGIT

Serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi pertanian. Untuk pengendalian OPT, jalan pintas yang sering dilakukan adalah menggunakan pestisida kimia. Padahal penggunaan pestisida yang tidak bijaksana banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain

Serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi pertanian. Untuk pengendalian OPT, jalan pintas yang sering dilakukan adalah menggunakan pestisida kimia. Padahal penggunaan pestisida yang tidak bijaksana banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Memperhatikan pengaruh negatif pestisida tersebut, perlu dicari cara-cara pengendalian yang lebih aman dan akrab lingkungan. Hal ini sesuai konsepsi pengendalian hama terpadu (PHT), bahwa pengendalian OPT dilaksanakan dengan mempertahankan kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan petani. Salah satu alternatif pengendalian adalah pemanfaatan jamur penyebab penyakit pada serangga, yaitu jamur patogen Beauveria bassiana.

Laboratorium BPTPH Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan dan memproduksi secara massal jamur patogen serangga B. bassiana sebagai insektisida alami. Berdasarkan kajian jamur B. bassiana efektif mengendalikan hama walang sangit, wereng batang coklat, dan kutu (Aphis sp.).

CARA KERJA B. bassiana

Jamur B. bassiana masuk ketubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Inokulum jamur yang menempel pada tubuh serangga inang akan berkecambah dan berkembang membentuk tabung kecambah, kemudian masuk menembus kulit tubuh.

Penembusan dilakukan secara mekanis dan atau kimiawi dengan mengeluarkan enzim atau toksin. Jamur akan berkembang dalam tubuh inang dan menyerang seluruh jaringan tubuh, sehingga serangga mati. Miselia jamur menembus ke luar tubuh inang, tumbuh menutupi tubuh inang dan memproduksi konidia. Namun apabila keadaan kurang menguntungkan perkembangan jamur hanya berlangsung di dalam tubuh inang.

GEJALA SERANGAN

Serangga yang terserang jamur B. bassiana akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi, dan jamur menutupi tubuh inang dengan warna putih.

HAMA SASARAN

Dilaporkan telah diketahui lebih dari 175 jenis serangga hama yang menjadi inang jamur B. bassiana. Berdasarkan hasil kajian jamur ini efektif mengendalikan hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) dan wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi serta hama kutu (Aphis sp.) pada tanaman sayuran.

KEUNGGULAN

Beberapa keunggulan jamur patogen serangga B. bassiana sebagai pestisida alami, yaitu :

  1. Selektif terhadap serangga sasaran sehingga tidak membahayakan serangga lain bukan sasaran, seperti predator, parasitoid, serangga penyerbuk, dan serangga berguna lebah madu.
  2. Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil pertanian, dalam tanah maupun pada aliran air alami.
  3. Tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman
  4.  Mudah diproduksi dengan teknik sederhana.

CARA PENGGUNAAN

Tanaman /Jenis Hama

Volume

Semprot

(lt/Ha)

Cara dan Waktu Penggunaan

Padi

1. Walang sangit

2. Wereng Coklat

500

2-3 gr formulasi disuspensikan dalam 1 ltr air, tambah 3 sendok gula pasir per tangki.

Disemprotkan pada saat populasi 1 ekor/m2.

Disemprotkan pada saat populasi 1 ekor/tunas

Kacang-kacangan

1. Kutu (Aphis sp.)

500

Jika dijumpai populasi

  • Untuk memperoleh hasil pengendalian yang efektif, penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari (pukul 15.00 – 18.00) untuk mengurangi kerusakan oleh sinar ultraviolet.
  • Formulasi B. bassiana sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk untuk mempertahankan efektivitasnya, dan sedapat mungkin dihindarkan dari pengaruh panas secara langsung.

Sumber: http://www.distan.pemda-diy.go.id/index.php?option=content&task=view&id=92&Itemid=2

Leave a comment »

TIPS MEMELIHARA KELINCI

Sekedar berbagi pengalaman saja tentang memelihara kelinci buat pemula. Supaya jangan kejadian lagi setelah beli satu dua hari langsung mati. Kesian, nggak tega ngeliatnya. Kemaren beli kelinci mati melulu sampe 5 ekor. Setelah itu baru berhasil hidup. Sekarang udah gede. Nah, ini tipsnya:

  1. Anak kelinci jangan dikasih minum. Karena dia perutnya belum kuat. Kalo dikasi minum pasti mati deh besoknya. Setelah umur 3-4 bulan baru dia bisa minum air.

  2. Jangan kasih wortel atau sayuran yang terlalu banyak mengandung air. Alasannya sama seperti nomer satu.

  3. Yah jangan sampe kedinginan lah. Apalagi kehujanan. Soale itu kelinci yang dijual di pinggir-pinggir jalan, biasanya umurnya masih kecil banget. Harusnya masih diasuh sama induknya. Jadi butuh kandang yang hangat.

  4. Kasih aja kangkung segar, jangan ditumis loh :)) Atau kulit jagung muda. Tapi yang paling gampang kangkung aja. Secukupnya, jangan kebanyakan.

  5. Pengalaman kemaren, beli makanan kelinci di karfur berupa pelet, harganya mahal banget, bisa 50rb sekilo. Akhirnya kita kasih pelet ikan koi, yang warnanya merah jambu. Harganya cuman 10.000 perak aja. Udah gitu, dia lebih seneng pelet ikan koi ini daripada pelet kelinci yg di karfur. Belinya sih di tukang ikan hias. Nanti deh fotonya saya attached.

  6. Kalo masih ada halaman. Kasih kesempatan dia ngelayap. Jadi pagi2 banget kasih makan kangkung dulu. Setelah dia kenyang, baru diumbar keluar. Biarin dia makan rumput2 liar di halaman. Dengan begini dia jadi gesit dan cepet sehat. Sebab kelinci yang dijual di pinggir jalan kadang udah sakit karena kelamaan dipajang. Setelah sore baru dikandangin.

  7. Jangan kebanyakan dipegang2 atau digendong2. Itu kan kelinci hidup, bukan boneka. Kalo mau digendong2 mending beli boneka aja. Atau gendong anak tetangga aja.

  8. Kandangnya sebaiknya yg bawahnya kawat. Biar kotoran dan pipisnya langsung jatuh. Nggak membasahi kandang. sehingga kandangnya tetep kering, nggak lembab.

  9. Kalo beli anak kelinci sebaiknya yg kira2 ukurannya seumuran. kalo ada yg terlalu bongsor, nanti temennya keinjek-injek bisa mati.

  10. Kalo beli yah jangan banyak2. Satu atau dua aja dulu. Nanti kalo udah bisa miaranya, baru mau nambah juga boleh.

  11. Ati2 sama tikus wirok, alias tikus bandung yang kalo di kota gedenya bisa segede kucing kampung. Plus ati2 sama kucing. Dua2nya bisa melahap anak kelinci kita dengan gembira.

  12. Yang hobi tanaman hias, siap2 tanamannya pada bondol semua.

  13. Apalagi yah… kayaknya cukup deh. Oh ada satu lagi, kalo kira2 nggak sanggup memelihara, yah jangan beli. Kalo mati, kesian. Mereka kan makhluk hidup juga.

sumber http://warnet-09.blogspot.com/2007/11/tips-memelihara-kelinci.html

Leave a comment »