MEMBUAT PERANGKAP UNTUK HAMA WERENG, WALANG SANGIT DAN KEPIK HITAM

Wereng, walang sangit dan kepik hitam merupakan hama yang cukup berbahaya bagi tanaman padi. Akhir-akhir ini, di beberapa daerah terjadi serangan hama wereng yang menyebabkan  penurunan produksi bahkan gagal panen. Hal ini cukup meresahkan para petani, karena hama ini sudah cukup lama tidak membuat ulah sejak ditemukannya varietas padi yang tahan wereng. Sehingga petani kelabakan untuk mengendalikannya.

Lain halnya dengan hama walang sangit, hama ini sudah sering ditemui oleh petani saat ujung umur tanaman padi. Dikarenakan hama ini sering menyerang, maka petani sudah hafal dan tidak kaget lagi dengan kekacauan yang dibuatnya.  Berbagai penggunaan pestisida  baik yang kimia maupun nabati, sudah diaplikasikan oleh petani untuk mengendalikan hama yang baunya tidak sedap tersebut.

Selain hama-hama tersebut, ternyata kepik hitam juga menjadi hama tanaman padi. Pada awalnya kepik hitam tidak dilaporkan menjadi hama yang berbahaya pagi tanaman padi. Namun pada tahun 2010, hama ini dilaporkan menyerang tanaman padi dan dinyatakan hama yang cukup berbahaya bagi tanaman padi.

Pada lahan yang beririgasi teknis atau lahan yang terendam air, biasanya hama keong mas cukup banyak ditemui. Hama ini cukup menjengkelkan bagi petani, karena pada saat tanaman masih muda bahkan belum sempat tumbuh di lahan sudah dimakan oleh keong mas. Hama yang satu ini mempunyai kelebihan dapat berkembangbiak dengan cepat. Meskipun jalannya lambat, tapi ulahnya untuk memakan padi cukup singkat. Tidak mengherankan apabila hama ini cukup mengancam tanaman padi.

Meskipun banyak ancaman dari hama, kita tidak boleh pesimis dan terlalu khawatir. Tuhan menciptakan alam ini dengan keseimbangannya. Ada yang memakan ada yang dimakan, ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Semuanya berpasang-pasangan dan seimbang. Manusia hanya tinggal memanfaatkan seisi alam ini.

Hama wereng, walang sangit maupun kepik hitam sangat menyukai bau-bauan tidak sedap. Sehingga kita bisa memanfaatkan keong mas untuk dijadikan umpan agar ketiga hama (wereng walang sangit dan kepik) bisa ditangkap dan dikendalikan. Hal ini seperti yang dilakukan salah satu Gapoktan yang memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitanya saat mengikuti SL PHT.

Berdasarkan tulisan dari Majalah Sinar Tani  Edisi 9-15 Februari 2011 menyebutkan bahwa Gapoktan Salama Desa Awolagading, Kec. Awangpone Kab. Bone telah berhasil menemukan teknologi sederhana untuk pengendalian hama walang sangit, wereng dan kepik hitam. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat perangkap hama tersebut cukup mudah didapat seperti botol bekas air miral, kawat, bambu serta umpan yaitu daging keong mas. Menurut H.M. Arafah, SP cara pembuatan alat perangkap tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan bahan-bahan seperti: daging keong mas botol bekas air mineral ukuran 0,8 atau 1 liter, kawat serta bambu, air deterjen.
  2. Buat lubang memanjang dengan ukuran 5-10 cm dengan lebar 3-5 cm pada dua sisi yang berlawanan bagian leher botol.
  3. Dalam  membuat lubang, dipotong dari bawah ke atas setinggi 7-10 cm dari dasar botol dan jangan sampai putus dibagian atasnya.
  4. Bekas sayatan dilengkungkan keluar mengarah ke atas agar tidak terkena air hujan
  5. Pada tutup botol diberi lubang untuk memasukkan kawat sebagai tempat menggantungkan daging keong mas (umpan).
  6. Daging keong mas distusukkan ke kawat seperti menusuk sate sebanyak 3-5 buah keong mas.
  7. Agar hama yang terperangkap cepat mati, maka di dasar botol diberi air sabun setinggi 5-7 cm.
  8. Gantungkan botol perangkap hama tadi pada bamboo yangtelah di pasang di lahan.

Perangkap hama tersebutdi pasang ketika tanaman padi mulai bunting sebanyak minimal 30 botol/ha dengan cara diikat pada tiang bambu dengan jarak 3-5 m. Semakin  banyak botol yang dipasang, semakin banyak kemungkinan hama terperangkap. Apabila umpan keong mas susah diperoleh, bias diganti dengan kepiting sawah. (teo)

Sumber : Majalah Sinar Tani  Edsisi 9-15 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: