PASAR LAGI SEPI, Bisnis Domba Menjadi Tumpuan Harapan

Sekarang ini, bergelut dengan  bisnis ternak domba sudah menjadi keseharian Mas Muh. Dahulunya pria yang bernama lengkap Muhadi Sarjono ini adalah seorang pedagang barang pecah belah dan perabot rumah tangga. Beternak domba pada awalnya hanya sebagai pekerjaan sampingan dan sekedar cara berinvestasi bagi Mas Muh. Namu, setelah bisnis barang pecah belahnya tidak selancar tahun 90-an, akhirnya Mas Muh banting setir untuk berbisnis ternak domba.

Setelah sekian lama bertahan pada bisnis lamanya, pada tahun 2009 yang lalu Mas Muh mulai menekuni bisnis ternak domba. Dia berharap dengan menjalani bisnis ini dia dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Pada awalnya, bapak tiga orang anak ini membeli 2 ekor domba  dari uang anak bungsunya. Dalam jangka waktu satu tahun, domba yang dimilikinya berkembang menjadi 5 ekor. Hal tersebut dicapai dari hasil anakan serta keuntungan jual beli dombanya. Meskipun demikian, Mas Muh belum merasa puas dengan hasil yang diperolehnya. Oleh karena itu, dia mencoba untuk melakukan usaha penggemukan domba. Bibit domba jantan seharga 700 ribu, setelah diperlihara selama 2-3 bulan bisa dijual seharga 1 – 1,1 juta rupiah. Memang, keuntungan  300 ribu yang diperoleh selama 2-3 bulan bisa dikatakan kurang sesuai dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Namun apabila volume usaha diperbesar, maka usaha tersebut akan menguntungkan pelakunya.

Model beternak dan berjual-beli domba (Jawa:blantik) ini dirasa lebih menguntungkan disbanding hanya beternak saja. Pasalnya, dengan jual-beli modal yang digunakan mengalami perputaran yang lebih cepat.

Sampai tahun 2011, Mas Muh memiliki 12 ekor domba untuk penggemukkan. Dari jumlah tersebut, setiap bulan Mas Muh bisa menjual domba 1-2 ekor. Menurutnya, agar bisnis ternak domba ini dapat menghasilkan keuntungan setiap bulannya, Mas Muh harus memilihara minimal 15 ekor domba. Sehingga secara bertahap dia bisa menjual 5 ekor setiap bulan dengan keuntungan antara 1- 1,5 juta per bulan.

“Sebenarnya saya  masih memerlukan modal tambahan untuk mengembangkan usaha saya ini. Tapi saya tidak tau mau mencari kemana. Mau tidak mau saya harus sabar agar keuntungan dari usaha ini dapat saya sisihkan untuk mengembangkan usaha”, kata Mas Muh sambil member makan domba-dombanya. Mas Muh memang belum tau tentang cara mengakses modal melalui Bank seperti program KPPE. Menurutnya, akses modal melalui Bank cukup rumit persyaratannya. Mas Muh hanya berharap ada pihak-pihak yang mau bekerja sama untuk membimbing agar usahanya bisa berkembang lebih maju.

Mas Muh sedang memberi makan kambingnya

“Kalau ada yang membutuhkan domba untuk qurban, aqiqah maupun untuk warung bisa hubungi saya di Telp. (0274) 7015081, sapa tau nanti ada yang mau beli domba saya”, tambah Mas Muh saat diwawancarai. (Te’o)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: